<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="894">
<titleInfo>
<title>PENGARUH WAKTU PENGADUKAN TERHADAP UKURAN NANOPARTIKEL MELOKSIKAM YANG DIBUAT MENGGUNAKAN METODE SOLVENT-ANTISOLVENT (PENELITIAN DILAKUKAN DENGAN PENAMBAHAN STABILIZER PVP K-30 DAN KECEPATAN PENGADUKAN 1130 rpm)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>I.A. KARTIKA PUSPA ANGGRAENI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Surabaya</placeTerm></place>
<publisher>Prodi Farmasi Universitas Hang Tuah Surabaya</publisher>
<dateIssued>2019</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiii, 53p.; ill.; tab.; 21cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Meloksikam merupakan salah satu NSAID selektif COX-2 dan digunakan sebagai pengobatan osteoartritis serta reumatoid artritis. Meloxicam termasuk kelas II menurut Biopharmaceutics Classification System (BCS), menunjukkan kelarutan rendah dalam air namun memiliki permeabilitas yang baik. Oleh karena itu, dilakukan suatu modifikasi fisik untuk meningkatan kelarutan meloksikam dalam air dengan pembentukan nanopartikel. Nanopartikel memiliki luas permukaan yang besar sehingga dapat meningkatkan kelarutan dari meloksikam. Pembuatan nanopartikel perlu penambahan stabilizer untuk mencegah terjadinya aglomerasi. PVP K-30 merupakan polimer hidrofilik yang dapat digunakan sebagai stabilizer. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh waktu pengadukan terhadap ukuran nanopartikel meloksikam yang dibuat dengan metode solvent-antisolvent pada kecepatan pengadukan 1130 rpm. Penelitian ini menggunakan variasi waktu pengadukan 15 menit dan 45 menit, mengambil 25% dan 75% dari waktu 1 jam. Hasil analisis ukuran nanopartikel meloksikam menggunakan PSA pada waktu pengadukan 15 menit menghasilkan nanopartikel dengan ukuran 35,81 ± 1,03 nm dan waktu pengadukan 45 menit menghasilkan nanopartikel dengan ukuran 32,466 ± 0,54 nm dengan PdI nanopartikel meloksikam berkisar antara 0,456-0,585 yang termasuk mid-range polydispersity. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lamanya waktu pengadukan berpengaruh terhadap ukuran nanopartikel meloksikam. Semakin lama waktu pengadukan menghasilkan ukuran partikel yang lebih kecil.
Kata kunci: nanopartikel, meloksikam, PVP K-30, solvent-antisolvent, waktu pengadukan.</note>
<classification>6B.S-Far</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS FARMASI - UNIVERSITAS HANG TUAH Jl. Arief Rachman Hakim 150 , Surabaya 60111 Telp: (031) 5945864, 5945894 Fax : (031)  5946261 , Web. www.hangtuah.ac.id</physicalLocation>
<shelfLocator>6B.S-Far Ang p 39-19</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">FARM39-6B.S/Far-2019</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpus Farmasi (Rak Skripsi)</sublocation>
<shelfLocator>6B.S-Far Ang p 39-19</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>39-19.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>894</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-08-27 11:37:47</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-10-10 12:07:20</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>